Situs Resmi Kecamatan Pupuan

Desa Pupuan

Posted by on May 24, 2013 in Profil | 0 comments

Sejarah Desa

Berbicara tentang Desa Pupuan berikut dapat diurai secara singkat sejarah Desa Pupuan sebagai pendahuluan, terlebih dahulu kami mencoba untuk mengutarakan PUPUAN dari segi asal kata yaitu : PUPUAN berasal dari kata PUPU yang artinya : PAHA, kemudian diberi imbuhan AN, maka menjadi PUPUAN.

Pengertian PAHA ini sesuai letak / Denah  Desa Pupuan ini adalah merupakan Paha dari Gunung batukaru.

Kemudian ada juga yang menyebutkan nama Desa Pupuan, ini berasal dari kata PLUPUHAN yangberarti KUBANGAN .dilihat dari topografinya tepatlah bahwa Desa Pupuan itu berasal dari Kata Plupuhan, atau dengan kata lain Desa Pupuan dikelilingi oleh dataran tinggi.

Pupuan yang terletak didataran tinggi dengan luas wilayah 5,25 Ha yang terdiri dari 5 Banjar Dinas dan 5 banjar Adat serta 1 Bendesa Adat  yang merupakan Desa Tua yang masih melaksanakan tata kehidupan dan upacara – upacara adat yang unik misalnya : setiap Purnamaning Kapat di Pura Kahyangan Puseh melaksanakan Upacara Piodalan dengan menampilkan tarian Rejang Deha Teruna.

Batas Batas wilayah Desa Pupuan meliputi :

Sebelah Utara    :  Desa Bantiran

Sebelah Selatan :  Desa Sai.

Sebelah Timur   : Desa Pujungan.

Sebelah Barat    : Bantiran

Jumlah penduduk Desa Pupuan per-bulan Desember 2010 adalah  830 KK   dengan 1592 penduduk Laki laki dan 1612 Penduduk Perempuan.

Kemudian sebagai kami sebutkan diatas maka hal tersebut terdapat dalam isi tulisan Prasasti bantiran yang terbuat dari Tembaga Wasa, yang saat ini disimpan / disungsung di Pura Puseh Desa Sading Kabupaten Badung.

Dalam Prasati tersebut dituliskan pada abad II ( Tahun caka 923 / tahun 1072 M dengan bahasa zaman Peralihan Bali Kuna, ke Jawa Kuno bahwa Desa Pupuan itu sudah ada, yang jelasnya kami akan sebutkan beberapa lembar dari Prasasti dimaksud  :

Ing Caka 1072 Cetramasa, Tithi Dwadeca Cuklapaksa,Ta,Wa,Wr Waraning Julung Pujut irika dewasanire Paduka Cri Maharaja Jaya Sakti Umajari para senapati mekadi rakyan Apatih Umingsor I Tanda Rakyan Ri Pakiran I Jro Mekabehan Kerusan Mpengku Cewasegata masabrahmana I Pingsor nyajna paduka Cri Maharaja Ajaren sire kabeh Ri Gatinikang keramani Bantiran Apasapara pawongannya magil mare Tha Ni Salen kari Masesa sakuren atunggu karaman makanimitta kabyatan hutang lumud tan Kawasedenia ngisya drwya haji mwang pinta panumbas ri nayakanya ya tika sampun inusadan denire kabeh sumrahaken pandaksayanye kangenangen pawa lara prih sakitnya de Ibu ni Paduke cri Maha raja apan purih kadfi sire Prabu saksat Hari Murti Jagadhita karuna umittisakaparipurnakna nikang rat rinaksadenira matangnyadawuh anugra paduka Cri Maharaja .

Artinya :

Pada tahun caka 1072, bulan Cetra, tanggal Dua belas Bulan Paro Terang , hari tunggleh Wage kemis Wuku Julung Pujut, pada hari itulah Sri maharaja Jayasakti ( Bima sakti ) memerintahkan parasenapati , terutama rakyan apatih kemudian para tanda rakyan didalam paseban terutama para Pendeta Siwa dan Budha , mahabrahmana, berikut amanat sri paduka Maharaja menerangkan kepada sekalian itu yang isinya tentang peristiwa penduduk Desa Pupuan keadaanya pecah belah antara penduduk itu ada yang pergi terus tinggal diDesa lain, yang hingga kini sisa dari penduduk itu  masih satu keluarga saja yang tinggal menetap di Desanya.Oleh karena itu maka mereka sangat berat menanggungnya ,serta mereka tidak sanggup akan membayar pajak Drewyahaji dan iuran iuran yang dipungut oleh para Nayakannya. Hal ini sudah dibebaskan oleh sri Baginda, karena baginda terasa belas kasihan kepada kesusahan dan kesedihan masyarakat yang kecil itu.lebih lebih karena Baginda itu sebagai penjelmaan Sanghyang Wisnu ( Hari ) yang selalau mengamankan Negara dan berbelas kasihan serta selalu menyempurnakan keadaan negaranya yang dikuasainya. Dan itulah baginda  memerintahkan Penduduk Desa Pupuan itu sekalian taklukannya, deberikan sebuah piagam keputrusannya, yang isinya antara lain : Membebaskan Hutang Piutang Prihawak , iuran – iuran dan Hutang Naik Turun selama 5 tahun. Selama 5 tahun itu mereka tidak dipersalahkan dan tidak boleh ditahan serta disiksa dengan duri belatung dan juga tidak boleh dilaporkan kedalam pura.tetapi setelah 5 tahun lamanya barulah mereka kena iuran permulaan sebagai biasa, sebanyak 4 masaka setiap hutangnya yang satu Tabil, dan tidak boleh dilipat dan tidak boleh dikenai iuran – iuran setiaphari,Tidak Kena PancaGina , hutang – hutangnya itu tidak kena iuran Panusurtulis dan iuran Pembeli Sayub. Apabila ada salah  seorang penduduk Desa Pupuan mempunyai hutang hutang Prihawak, hal itu tiada dibenarkan oleh isi isi Piagam keputusan ini.

Sekarang kalau kita kaji isi Prasasti tersebut bahwasanya pada 1000 tahun yang lalu Pupuan ini sudah ada penduduk yang jelas sebagai Desa Tua , nah setelah itu baru para Pendatang dari Desa lain. Kemudian jaman penjajahan Belanda penduduk Desa Pupuan ditambah lagi Suku Madura, Jawa dan Cina seperti sekarang ini.

Disamping itu pula dengan diketemukannya beberapa Sarkopagus, kemudian ditempat sekitarnya yang agak tinggi ada pelinggih Bebaturan Pemujaan Wisnu yang merupakan perlambang mensucikan Cri banginda, Cri Sakti yang merupakan penjelmaan Wisnu, antara lain :

Pura Puseh taman + 1½ Km disebelah Timur Desa Adat Pupuan, disana terdapat peninggalan : Bajra, Tombak, Sangku dan Beberapa Lontar.

Pura Khayangan Grya Sari Udayalaya, dipelemahan Kayupuring, terdapat Sarkopagus yang isinya Busana Pendeta dan Tulang Manusia.

Demikian pula di masing masing rumah tangga, perumahannya berpedoman kepada Tri mandala. Dipelemahan Hulu yaitu Tempat Sanggah, masih menunjukkan keasliannya yaitu membuat sanggah kemulan dari pohon dapdap sakti beratapkan ijuk. Palemahan perumahan situasinya sempit dan ngomplek dan palemahan teben tempat wewalungan . kesemuannya memang demikianlah diwariskan oleh para leluhur Desa Pupuan

Setelah sekian abad Keadaan Desa Pupuan, maka tibalah saaatnya sekarang setelah Baginda Raja mengumpulkan kembali Masyarakat Desa Pupuan dengan dibuka awig awig oleh Raja, karena hampir musnah , kehilangan penduduknya yang selalu suka berpindah pindah . maka ternyata Pupuan ini adalah daerah subur udaranya sejuk  dengan tanaman Kopi, Cengkeh, Panili ,Padi  dll. Yang merupakan Penghasilan utama Penduduk Desa Pupuan.

Tarian sakral    :

Rejang Ayunan.

Tarian ini di pentaskan [ solahkan ] sekali dalam setahun hal ini bekaitan dengan upacara piodalan di Pura Puseh  [ Purnamaning Kapat ] kira kira bulan Oktober.

Para penarinya adalah Sekaa Teruna –Teruni di wilayah Desa pekraman Pupuan dengan pakaian adat Bali [ Metoros ] lengkap dengan membawa pusaka berupa Keris.

Tarian ini dilaksanakan  selama 2 hari,  pada hari pertama dilaksanakan selama 3 kali  putaran, kemudaian hari kedua selama 6 kali putaran  yang kemudian ditutup dengan  kegiatan berayunan yaitu  para Deha Teruna bergiliran bergelantungan  dibawah pohon cepaka [Yang berada di jaba Pura puseh  yang samapai saat ini usia pohon tersebut tidak ada yang tahu  karena setiap para tetua yang ada di desa di tanyakan soal Pohon iu menyatakan pohon itu sudah ada sejak dulu.]sambil menari diiringi dengan tetabuhan dan sorak sorai Daha Teruni…. Terahir salah seorang Deha Teruna memanjat Tali tersebut sampai keatas dimana dipohon tersebut telah tergantung Ketupat 1 Kelan [ 6 Biji ] dengan Ayam Bekaka serta  Sebotol Arak setelah didapat kemudian makanan tersebut diambil dan dilempar ke bawah dan menjadi rebutan Daha Teruna –teruni  yang lain.

Tarian rejang Ayunan ini merupakan perlambang dari kegembiraan Penduduk  menyambut panen serta rasa syukur atas segala limpahan berkah dari Ida sang Hyang Widhi Wasa [ berupa Pala Gantung, dan Pala Bungkah/ buah buahan dan umbi-umbian.]

Baris Jajar.

Tarian Baris jajar ini di pentaskan  sekali dalam setahu yaitu setiap Purnama kapat pioadalan di Pura Duur Kauh Kayu Padi. Tarian ini ditarikan oleh  Deha Taruna berjumlah 7 orang penari khusus  dengan kelengkapan penari berupa senjata Tombak. Tarian ini diyakini sebagai para prajurit Ida Bethara yang bertugas menjaga  wilayah Desa pupuan dari hal-hal yang bersifat kurang baik secara niskala.

Desa Pupuan Alamat                : Jalan Gajah Mada No.1 Tlp. 71033 [82163]

Perbekel Desa Pupuan             : I Wayan Sugawa.

Skretaris Desa Pupuan           : I wayan Gede Dada.

Ketua BPD Desa Pupuan       : I Nyoman Gede Subrata.

Bendesa Adat Pupuan            : I Nyoman Raka.

peta desa pupuan LOGO desa pupuan DSC00823 DSC00822 DSC00820

suasana kegiatan pegawai

suasana kegiatan pegawai

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>